Keterampilan Menjahit Bagi Siswa Dalam Upaya Meningkatkan Hard Skill di Cordova Quran
Abstract
Keterampilan siswa jenjang dasar tidak hanya sebatas akademik saja, potensi non akademik siswa pun sangat penting untuk dikembangkan sebagai bekal masa depan ketika terjun dalam masyarakat. Pada dasarnya siswa jenjang dasar penting untuk belajar berbagai jenis keterampilan dasar tertentu, seperti hard skill. Hard skill diyakini sebagai keterampilan utama pada kemampuan spesifik melalui program pelatihan dan pengembangan, salah satunya adalah keterampilan menjahit. Keterampilan menjahit menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan hard skill dalam hal seni kriya. Pembelajaran keterampilan menjahit dapat membantu menyiapkan siswa menjadi lebih kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing untuk menyongsong masa dengan segala tantangannya, sebab kemampuan dasar menjahit merupakan kemampuan dasar yang wajib dikuasai seseorang, tidak terkecuali siswa jenjang dasar. Atas dasar ini, tim pengabdian masyarakat LPPM UMJ melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan keterampilan menjahit dalam upaya peningkatan hard skill di lembaga Cordova Quran. Kegiatan pelatihan mencakup penjelasan dasar teori menjahit dan praktik penjahitan, pengetahuan dasar manfaat keterampilan menjahit yang berdampak pada peningkatan pembelajaran dalam bidang akademik. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknis penganalisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi, dan penyajian data. Hasil penelitian memaparkan terjadi perubahan positif pada siswa Cordova Quran yang mengarah pada peningkatan minat dan belajar menjahit untuk meningkatkan kemampuan hard skill. Perubahan tersebut meliputi pertama, meningkatnya pemahaman pentingnya keterampilan menjahit untuk bekal di kehidupan saat ini dan mendatang serta mengurangi sifat konsumtif. Kedua, meningkatnya kesadaran dan kemauan siswa Cordova Quran untuk selalu melakukan perubahan yang lebih baik dalam hal kemandirian, kreativitas dan pemberdayaan sumber daya manusia yang lebih baik. Ketiga, meningkatnya kesadaran siswa untuk ikut serta sebagai bagian dari lingkungan yang berdaya saing dalam dunia usaha.
References
Eunice Abdul, O. (2018, Maret 19). Entrepreneurial skills and growth of Small and Medium Enterprise (SMEs): A comparative analysis of Nigerian entrepreneurs and Minority entrepreneurs in the UK [MPRA Paper]. https://mpra.ub.uni-muenchen.de/86751/
Evangeline, Z.-Z., Agustina, T. S., & Vincent, A. (2025). Enhancing the Industry Readiness of Fashion Design Graduates: The Role of Universities in Skill Development in Asia (A Literature Review). International Research-Based Education Journal, 7(1), Art. 1. https://doi.org/10.17977/um043v7i1p148-159
Fatimah, S. (2020). Peran Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan Menjahit Dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/13154/1/Skripsi_1505026018_Siti_Fatimah.pdf
Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu Pendidikan Konsep, Teori, dan Aplikasinya. LPPPI.
Imam, A. M., Hidayat, D., & Dewi, R. S. (2023). Implementasi Program Pelatihan Keterampilan Menjahit Bagi Warga Belajar Paket C di PKBM Assholahiyah Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 8(1). https://doi.org/10.30870/e-plus.v8i1.22371
Kasowitz, L. (2021, Februari 19). Top 5 Reasons That Kids Should Learn to Sew. https://www.hartfordstitch.com/post/top-5-reasons-that-kids-should-learn-to-sew
Kemdikbud. (2021). CP & ATP - Dasar Dasar Desain Dan Produksi Kriya Fase E. https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/referensi-penerapan/capaian-pembelajaran/smk/dasar-dasar-desain-dan-produksi-kriya/fase-e/
Leksono, S. (2013). Ilmu Ekonomi dan Penelitian Kualitatif. RajaGrafindo Persada, Bab 1.
Maulida, S., Fadhilah, & Nurbaiti. (2022). PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENJAHIT BUSANA WANITA BAGI WANITA USIA PRODUKTIF DI DESA LAMTEUNGOH KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 7(1), Art. 1.
PPM School of Management. (2022, Oktober). Hard Skill dan Soft Skill: Pengertian, Contoh dan Cara Meningkatkannya. PPM School of Management. https://ppmschool.ac.id/hard-skill-dan-soft-skill/
Riyanto, F., Astuti, S. D., Mahmud, M., & Panjaitan, R. (2023). Hard Skill Sebagai Faktor Dominan Kesiapan Kerja Di Era Industri 4.0. JURNAL NUSANTARA APLIKASI MANAJEMEN BISNIS, 8(1), Art. 1. https://doi.org/10.29407/nusamba.v8i1.18676
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulistyaningsih, D., & Wening, S. (2017). Diagnosis Kesulitan Belajar Praktek Menjahit Kemeja Pria Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Dlingo, Bantul, Yogyakart. Jurnal Pendidikan Teknik Busana UNY.
Sumantika, A., & Susanti, E. (2021). Peningkatan Hard Skills dan Soft Skills pada Lingkup Organisasi. Jurnal Abdidas, 2(6), Art. 6. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i6.507
Undang-Undang SISDIKNAS RI No. 20 Th. 2003. (2008). Sinar Grafika.
Widoyoko, E. P. (2009). Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Pustaka Pelajar.
Yanthy, E., Sudiyono, R. N., Waruwu, H., Agistiawati, E., & Purwanto, A. (2020). PENGARUH SOFT SKILLS DAN HARD SKILL TERHADAP INOVASI GURU SEKOLAH ISLAM. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(2), 199–215.
Yuse, A. P., Jamaris, J., & Ismaniar, I. (2018). Penerapan Pembelajaran Orang Dewasa oleh Instruktur Pelatihan Keterampilan Menjahit di SPNF SKB Lima Puluh Kota. SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS), 6(1), Art. 1. https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i1.9199