Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi
<p>Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial</p>Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Keislaman dan Sosialen-USEmanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial2745-5904Langkah-langkah Dasar dalam Penelitian Ilmiah
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/167
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&:has([data-writing-block])>*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:da07e0b2-1c9a-4ef9-9f99-06f8732fbc1c-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant"> <div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)"> <div class="[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1"> <div class="flex max-w-full flex-col grow"> <div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="21e97fd7-4880-4559-8ddd-178c4ddfbbe6" data-message-model-slug="gpt-5"> <div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]"> <div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling"> <p data-start="0" data-end="1572" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Scientific research is the main pillar in the development of science, education, and technology, as it serves as a systematic means to test, develop, and validate existing theories. However, many students and novice academics still lack a systematic understanding of the steps involved in scientific research, which negatively affects the quality of scholarly work and reduces publication productivity. This study aims to describe and analyze the basic steps in scientific research and emphasize their urgency in improving research quality in higher education institutions. The method used is qualitative research with a library research approach, involving a review of literature from research methodology books, national and international journal articles indexed by Sinta and Scopus, as well as relevant academic documents. The findings show that the success of scientific research is determined by the coherence between each stage of the research process, starting from problem formulation, systematic literature review, to valid data analysis and interpretation. Comprehensive methodological understanding has been proven to enhance the validity, reliability, and relevance of research findings. Moreover, the application of practical methodology learning, continuous research mentoring, and interdisciplinary collaboration has proven effective in strengthening a culture of research integrity. Thus, mastering the basic steps of scientific research is a prerequisite for improving the quality of research and academic reputation within higher education institutions.</p> </div> </div> </div> </div> <div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"> </div> <div class="mt-3 w-full empty:hidden"> </div> </div> </div> </article> <div class="pointer-events-none h-px w-px" aria-hidden="true" data-edge="true"> </div>Abi FauziMohammad Haiqal An-NurRika Sa’diyah
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182113Pengaruh Promosi dan Pelayanan terhadap Minat Menabung Nasabah di Bank Syariah Indonesia
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/172
<p>Melihat persaingan antara lembaga keuangan syariah dan konvensional baik dari jenis produk dan pelayanan yang sama menjadikan pentingnya Bank Syariah Indonesia melakukan promosi produk tabungan dan pelayanan yang nyaman agar dapat memepengaruhi masyarakat dan dapat meningkatkan nasabah yang menabung di Bank Syariah Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menganalisis dan menguji pengaruh variabel Promosi dan variabel pelayanan terhadap minat menabung nasabah di Bank Syariah Indonesia KCP UIN Syarif Hiadayatullah . Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada nasabah Bank Syariah Indonesia KCP UIN Syarif Hidayatullah dengan teknik pengukuran variabel menggunakan skala likert.Metode analisis menggunakan SPSS 22 dengan menggunakan uji intrumen (Validitas dan Reabilitas), Uji Asumsi Klasik(Multikolinearitas dan Heterokedastisitas), Uji Signifikansi (Uji t dan Uji F), Analisis Regresi Linier Berganda dan Koefisien Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Promosi dan Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Menabung Nasabah.Hasil penelitian Uji F menunjukkan Promosi dan Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap Minat Menabung. Hasil uji R square adalah 0,581 yang berarti bahwa variabel promosi produk (X1), dan pelayanan (X2) secara bersama-sama dapat menjelaskan hubungan dengan variabel minat nasabah (Y) sebesar 58% sedangkan sisanya 42% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis.</p>Dina FebrianiSarijah Aprilia NiskaMoh Khoirul Anam
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-01821414Inovasi Penilaian Sumatif untuk Meningkatkan Transfer Pengetahuan Akidah Akhlak pada Siswa
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/174
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan bentuk inovasi penilaian sumatif dalam meningkatkan transfer pengetahuan Akidah Akhlak pada siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa praktik penilaian pembelajaran Akidah Akhlak di sekolah masih didominasi pendekatan konvensional yang berorientasi pada aspek kognitif semata, sehingga belum mampu menggambarkan keberhasilan belajar secara utuh. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan menganalisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan Islam. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan analisis isi (<em>content analysis</em>) untuk menemukan keterkaitan antara inovasi penilaian sumatif dan peningkatan transfer pengetahuan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi penilaian sumatif memiliki peran strategis dalam menghubungkan aspek pengetahuan (<em>knowing</em>) dengan pengamalan (<em>doing</em>) nilai-nilai akhlak. Bentuk inovasi yang efektif antara lain penilaian berbasis proyek, portofolio, performa, dan refleksi diri, yang menilai kemampuan siswa secara holistik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital seperti e-portfolio dan video refleksi juga memperkuat keterlibatan siswa dalam proses penilaian yang autentik dan kontekstual. Melalui pendekatan ini, penilaian sumatif tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik. Dengan demikian, inovasi penilaian sumatif berkontribusi penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam, yaitu membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi guru Akidah Akhlak untuk mengembangkan model penilaian yang lebih kreatif, reflektif, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis karakter.</p> <p> </p>Mohammad Haiqal An-NurMahmudin Sudin
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-01821427Peran Validitas dan Reliabilitas dalam Meningkatkan Akurasi Instrumen Penelitian Pendidikan
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/175
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran validitas dan reliabilitas dalam meningkatkan akurasi instrumen penelitian pendidikan. Validitas instrumen menilai sejauh mana alat ukur dapat mengukur konsep yang dimaksud secara tepat, sedangkan reliabilitas menguji konsistensi dan kestabilan hasil pengukuran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan uji validitas melalui validasi isi dan konstruk serta uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang diuji memiliki validitas dan reliabilitas tinggi, sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya. Kesimpulannya, validitas dan reliabilitas instrumen merupakan faktor kunci dalam menjamin mutu data penelitian pendidikan sehingga mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan ilmiah.</p>Purnomo AgungDeni MaulanaRika Sa'diyah
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-01822835Kepala Sekolah dan Guru Sebagai Garda Depan Dalam Supervisi Studi Kasus di PAUD Jambu Mede
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/176
<p>This research is designed to provide an in-depth and comprehensive description of educational supervision, with a primary focus on efforts to build the quality of educational institutions in a sustainable manner. The methodological approach applied is qualitative, through literature research involving the collection of diverse data and relevant literature needed to support the process of in-depth analysis and interpretation. Through this method, researchers strive to extract in-depth information from various trusted and credible sources. The results of this study highlight several different models of educational supervision, including conventional supervision which tends to emphasize finding errors rather than efforts to improve teacher potential, clinical supervision which is more oriented towards supporting the professional development of teachers in teaching activities, scientific supervision which emphasizes the use of questionnaires as an evaluation tool, and artistic supervision which emphasizes the importance of building a solid relationship between supervisor and teacher. In this context, the principal plays a very important role in carrying out supervision, creating a conducive school climate, providing constructive input, providing positive encouragement to education staff, and organizing acceleration programs for students who have above-average potential. Educational supervision also plays an important role in improving the quality of education through various inputs, such as an effective school organizational structure, relevant laws and regulations, clear job descriptions, as well as structured plans and procedures. Therefore, the high and low quality of input can be measured from the level of readiness of the input in supporting the overall educational process.</p>Wardah Azizah AzizahMahmudin Sudin
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-01823647Evaluasi Implementasi Pembelajaran Al-Qur'an Metode Ummi Dalam Meningkatkan Kompentensi Membaca Al-Qur'an Siswa Sdit Nurhikmah Bekasi
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/180
<p>Evaluation is one of the components of the Islamic education system that must be carried out systematically and planned as a tool to measure the success or targets to be achieved in the educational process or learning process. Currently, Islamic-based schools that focus on the quality of their graduates in front of parents emphasize the ability to read the Al-Qur'an properly and correctly in accordance with the rules of tajwid. However, the current phenomenon is the lack of improvement in learning the Al-Qur'an, especially in reading the Al-Qur'an in some schools. The Ummi method helps institutions and teachers improve the ability to manage Al-Qur'an learning that is effective, easy, fun, and touching. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out using interview, participatory observation, and documentation techniques. The research informants are the Deputy Head of Curriculum, students, and the Ummi Coordinator.</p>Siti Nur Haliza AuliaMahmudin Sudin
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182Konsep Dan Implementasi 3 Pilar Deep Learning Pada Pendidikan Dasar
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/156
<p><strong>Abstract</strong></p> <p>The transformation of education in the era of the <em>Merdeka Curriculum</em> demands a deeper, more meaningful, and enjoyable learning approach. This article discusses the concept and implementation of the three pillars of deep learning—<em>mindful learning</em>, <em>meaningful learning</em>, and <em>joyful learning</em>—which serve as the foundation of 21st-century education. These three pillars are examined as alternatives to surface learning approaches that tend to be shallow and memorization-oriented. This study employs a literature review method, drawing on relevant national and international sources, including recent research findings. The results indicate that applying deep learning in primary education can enhance critical thinking skills, foster active student engagement, and connect learning to real-life contexts. However, challenges in implementation remain, particularly in aspects such as teacher competency, infrastructure, and the readiness of students and parents. This article recommends strengthening teacher capacity, reformulating the curriculum, and integrating technology as strategic solutions.<br> <strong>Keywords</strong>: Deep Learning, <em>Merdeka Curriculum</em>, Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning, Primary Education.</p>Izza UmamiAhmad Susanto
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182PENERAPAN EVALUASI SUMATIF BERBASIS KOMPETENSI PADA PEMBELAJARAN PAI: DAMPAK TERHADAP PRESTASI BELAJAR DI SDN BEJI TIMUR 1
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/182
<p>This study aims to describe the implementation of competency-based summative evaluation in Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN Beji Timur 1 and analyze its impact on student achievement. This study used descriptive qualitative methods through interviews, observations, and document studies to obtain data on the implementation process of summative evaluation and student learning outcomes. The results showed that the implementation of competency-based summative evaluation began to cover cognitive, affective, and psychomotor aspects through assessment forms such as written tests, projects, and religious practices. This implementation had a positive impact on increasing student motivation and learning achievement because it provided space to demonstrate real abilities, not only relying on memorization. However, challenges faced include limited teacher time, uneven understanding of non-cognitive assessment, and parental perceptions that still emphasize numerical scores. This study concluded that competency-based summative evaluation is effective in improving learning achievement comprehensively, and teacher training and intensive communication with parents are needed to optimize implementation.</p>Muhammad Faiz AbrarMahmudin Sudin
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182Efektifitas supervisi klinis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru Qur'an di sekolah Hafizh Qur'an galaxy
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/179
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dirancang untuk memberikan deskripsi komprehensif tentang supervisi klinis. Supervisi klinis, yang diperkenalkan oleh Cogan, Goldhammer, dan Weller pada akhir tahun 1950-an, adalah pendekatan supervisi yang menekankan interaksi tatap muka dan hubungan kolegial antara supervisor dan guru. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa pengajaran adalah aktivitas kompleks yang membutuhkan analisis cermat dan bahwa guru lebih menyukai pendekatan kolaboratif daripada otoriter. Supervisi klinis bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui siklus sistematis yang mencakup perencanaan, observasi, dan analisis intensif. Implementasinya melibatkan peran aktif kepala sekolah sebagai pengamat, komunikator, dan pemberi umpan balik konstruktif. Meskipun supervisi klinis memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja guru dan kualitas pembelajaran, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya penguasaan pendekatan modern, persepsi negatif terhadap guru, keterbatasan waktu dan sumber daya, dan kurangnya kesiapan guru. Oleh karena itu, strategi yang tepat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini agar supervisi klinis dapat efektif dan berdampak positif pada pengembangan profesional guru dan peningkatan kualitas pendidikan.</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci: Supervisi Klinis, Kepala Sekolah, Guru</span></span></p>Annisa NailaturrohmahMahmudin Sudin
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182Efektivitas Kepemimpinan Instruksional dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Indonesia
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/193
<p>Kepemimpinan instruksional menjadi salah satu faktor kunci dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Peran kepala sekolah tidak lagi terbatas pada pengelolaan administratif, tetapi semakin dituntut untuk berfokus pada penguatan proses pembelajaran, pengembangan profesional guru, serta pencapaian hasil belajar peserta didik. Berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia juga menegaskan posisi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang bertanggung jawab terhadap mutu akademik sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan konseptual berbasis literatur dengan menelaah berbagai sumber teoretik dan hasil penelitian relevan yang membahas kepemimpinan instruksional, kinerja guru, dan kualitas pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa melalui pendampingan pembelajaran, supervisi akademik yang berkelanjutan, penciptaan iklim dan budaya sekolah yang kondusif, serta penguatan profesionalisme guru. Kepemimpinan instruksional yang efektif ditandai oleh kejelasan visi pembelajaran, konsistensi dalam pelaksanaan strategi, serta keterlibatan aktif kepala sekolah dalam pembinaan guru. Implikasi dari kajian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta perlunya dukungan kebijakan pendidikan yang mendorong kepala sekolah untuk lebih berfokus pada kepemimpinan pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.</p>Istikomah IstikomahNur Hayati
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182KARAKTERISTIK BAHASA KOMUNIKASI DAKWAH RASULULLAH SAW: ANALISIS TEMATIK HADITS SHAHIH BUKHARI
https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/197
<p>Dakwah dalam Islam merupakan suatu proses komunikasi yang melibatkan interaksi kompleks antara pesan, metode, bahasa, komunikator, serta dinamika penerimaan audiens. Efektivitas dakwah tidak semata-mata ditentukan oleh validitas normatif substansi ajaran yang disampaikan, tetapi juga oleh strategi komunikasi yang digunakan dalam proses penyampaian pesan. Dalam sejarah Islam, Muhammad SAW merepresentasikan figur komunikator yang menunjukkan model komunikasi dakwah yang efektif, humanis, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dan karakteristik bahasa komunikasi Rasulullah SAW dalam praktik dakwah melalui kajian tematik terhadap hadits-hadits dalam Shahih Bukhari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) serta analisis tematik (maudhu’i), dengan data berupa hadits-hadits yang merepresentasikan praktik komunikasi Rasulullah SAW, khususnya dalam konteks komunikasi interpersonal, pendidikan, nasihat, resolusi konflik, dan interaksi sosial. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi pola komunikasi, strategi persuasif, serta dimensi psikologis dan sosial bahasa dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah Rasulullah SAW ditandai oleh pendekatan persuasif, dialogis, edukatif, dan komunikasi nonverbal berbasis keteladanan, sementara bahasa komunikasi beliau memperlihatkan karakteristik kelembutan, kejelasan pesan, empati komunikatif, serta sensitivitas kontekstual. Model komunikasi tersebut berkontribusi dalam membangun kedekatan emosional, meningkatkan efektivitas penyampaian pesan, serta mendorong transformasi sosial yang bersifat gradual dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik komunikasi Rasulullah SAW tidak hanya memiliki signifikansi teologis-historis, tetapi juga relevansi konseptual dan praktis dalam pengembangan komunikasi Islam kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan keluarga, relasi sosial, serta dinamika komunikasi modern.</p>Siti Shofiyah
##submission.copyrightStatement##
2025-10-012025-10-0182