https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/issue/feedEmanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial2026-07-30T14:22:39+07:00Moh Khoirul Anamm.khoirulanam@umj.ac.idOpen Journal Systems<p>Emanasi : Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial</p>https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/199Peranan Ibu Dalam Membangun Kecerdasan Anak Melalui Pemberian Asi Di Tpa Al-Ikhlas Jakarta Utara2026-07-08T20:59:41+07:00Nurna Iffah Syajaahnurna@gmail.com<p>Kecerdasan Intelektual anak Indonesia hanya mencapai angka 78,49 menurut data milik <a href="https://worldpopulationreview.com/country-rankings/average-iq-by-country"><em>World Population Review 2022</em>,</a> dan menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) WHO, data ASI eksklusif usia 0-5 bulan di Indonesia pada 2022 di Indonesia masih rendah hanya 52,5% dari jumlah populasi anak, padahal ASI merupakan faktor nutrisi utama yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang fisik dan kecerdasannya.</p> <p>Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana peranan ibu dalam mencerdaskan anak melalui pemberian ASI, apa faktor utama yang pendorong ibu memberikan ASI kepada anak-nya dan apakah ASI penentu kecerdasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif teoritik atau <em>Library research, </em>dengan metode kajian penelitian studi pustaka dari buku-buku, artikel dan jurnal, observasi, wawancara terhadap ibu, guru-guru dan anak</p> <p>Hasil penelitian di TPA AL Ikhlas Jakarta Utara ditemukan bahwa peranan utama ibu dalam membangun kecerdasan anak adalah memberikan ASI Eksklusif minimal 6 bulan dilanjutkan dengan MPASI selama 2 tahun. Faktor pendorong utama ibu memberikan, karena ibu ingin melaksanakan perintah Allah dan faktor kesehatan. Pada penelitian ini ditemukan ada keterkaitan yang kuat antara kecerdasan emosianal dan sosial pada anak dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif minimal 6 bulan, anak yang tidak diberi ASI mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggi dibandingkan dengan yang lainnya..</p> <p>Kesimpulan bahwa keyakinan kepada perintah Allah dan pengetahuan tentang ASI, merupakan pendorong yang kuat untuk Ibu melaksanakan perannya memberikan ASI Eksklusif 6 bulan.dan bukan hanya ASI sebagai penentu kecerdasan anak, akan tetapi dipengaruhi oleh hal lainnya. Saran kepada pemerintah untuk meninjau ulang cuti hamil melahirkan, agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif 6 bulan.</p> <p> </p>2026-04-01T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/198Parafrase Dan Sintesis Dalam Mengelola Sumber Ilmiah2026-07-09T09:38:10+07:00Siti Annisa Nurfadilahannisa@gmail.comWardah Azizah Azizahwardahazizah296@gmail.comRika Sadiyahrika@gmail.com<p>The publication of scientific papers demands high standards of originality free from plagiarism, thereby requiring researchers to possess strong competence in managing reference sources. This study aims to comprehensively examine the roles, concepts, and implementation of paraphrasing and synthesis techniques in academic writing. Utilizing a descriptive-analytical approach, it argues that paraphrasing functions as an instrument for restructuring a single text using personal language to avoid plagiarism without altering the original meaning. Meanwhile, synthesis plays a role as a transformative cognitive process that combines multiple sources through matrix creation and thematic categorization to build new, holistic arguments and identify research gaps. The results of the study show that the proper integration of paraphrasing and synthesis is not only effective in reducing the similarity index on Turnitin software but also reflects the depth of the researcher's understanding of the literature. In conclusion, mastering these two skills is highly crucial for enhancing the quality of writing nuance, maintaining academic integrity, and presenting a credible map of scientific information for the advancement of science<strong>.</strong></p> <p><strong>Keywords: <em>Paraphrasing, Plagiarism, Synthesis.</em></strong></p>2026-04-01T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/201Problematika Internal & Eksternal Dalam Menghafal Al-Quran Di Ponpes Muhammadiyah KH.Ibrahim Bogor2026-07-21T15:01:10+07:00Siti Rohmahsiti.rohmah@umj.ac.idM Reza Matondangreza@gmail.comKhasnah Syaidahkhasnah@gmail.comDevanita Novia Ardanadeviana@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika internal dan eksternal dalam menghafal Al-Qur’an, dan upaya mengatasi problematika santri dalam menghafal Al-Qur’an di ponpes Muhammadiyah KH. Ibrahim Gunung Sindur Bogor.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan interview, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Sumber data penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer meliputi pimpinan pondok pesantren, pendidik dan santri pondok pesantren Muhammadiyah KH. Ibrahim Gunung Sindur Bogor. Sumber data sekunder merupakan sumber pendukung seperti jurnal, buku, dan berbagai sumber lainnya yang berkaitan dengan masalah penelitian.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika santri dalam menghafal Al-Quran di pondok pesantren Muhammadiyah KH. Ibrahim Gunung Sindur Bogor ada dua yaitu problematika internal dan problematika eksternal. Problematika internal dalam menghafal al-Quran diantaranya adanya rasa malas dan tidak semangat, kurang fokus, serta banyaknya hafalan dan susah dalam menjaga hafalan. Problematika eksternal dalam menghafal al-Quran diantaranya tersitanya waktu dan banyaknya kegiatan, serta pengaruh teman. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi problematika santri dalam menghafal Al-Quran adalah dengan memberi motivasi para santri tetap semangat menghafal dan menghilangkan rasa malas, mencari tempat yang sepi dan nyaman untuk menghafal al-Quran supaya bisa fokus tanpa ada gangguan dan memperbanyak mengulang-ulang hafalan, mengatur jadwal hafalan, memanfaatkan waktu dengan baik, serta pandai memilih teman yang baik dan rajin menghafal al-Quran.</p>2026-04-01T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/203Tingkat Kemampuan Mahasiswa Dalam Membuat Proposal Penelitian Skripsi Di FAI UMJ2026-07-30T12:41:12+07:00Romlah Ghaniromlah@gmial.comOneng Nurul Bariyahn.oneng@umj.ac.idelsa Salsabilaelsa@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, untuk mengetahui kemampuan dalam menyusun judul/topik pada proposal skripsi mahasiswa PAI FAI UMJ; Kedua, untuk mengetahui kemampuan dalam menyusun latar belakang masalah pada proposal skripsi, Ketiga, untuk mengetahui kemampuan dalam menyusun rumusan masalah yang spesifik/terukur, Keempat, untuk mengetahui kemampuan dalam menentukan outline tinjauan pustaka atau landasan teori yang relevan, Kelima, untuk mengetahui kemampuan dalam mendeskripsikan tinjauan pustaka atau landasan teori yang relevan, Keenam, untuk mengetahui kemampuan dalam menentukan metode penelitian yang tepat dengan judul penelitian, Ketujuh, untuk mengetahui kemampuan teknik tipografi dan gramatika pada proposal skripsi, dan Kedelapan, untuk mengetahui faktor utama kesulitan dalam proses penyusunan proposal skripsi.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan test/penilaian produk dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan statistik deskriptif dengan tahapan: identifikasi variabel dan skala ukur, pembersihan data, koding dan skoring, tabulasi data, perhitungan statistik deskriptif, penyajian dan interpretasi dan penarikan kesimpulan deskriptif.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, dari ketujuh unsur proposal yang dinilai, tidak ada satu pun unsur yang mencapai dominasi kategori Tinggi. Kemampuan merumuskan judul/topik berada pada kategori kurang (76,32%), kemampuan menyusun latar belakang masalah pada kategori kurang (42,11%), kemampuan merumusan masalah pada kategori kurang (73,68%), Kemampuan menentukan outline kajian pustaka pada kategori kurang (71,05%), kemampuan mendeskripsikan teori sebagian besar berkemampuan kurang (52,63%), kemampuan menentukan metode penelitian juga kurang (68,42%), kemampuan teknik tipografi dan gramatika didominasi kategori kurang (73,68%), sedangkkan kesulitan utama pada umumnya adalah bingung menemukan dan menentukan masalah, pemahaman metodologi penelitian yang masih kurang, sibuk dengan kuliah, selain faktor eksternal dari mahasiswa. Kemampuan mahasiswa dalam menyusun unsur-unsur proposal skripsi secara umum masih berada pada level rendah hingga sedang, dengan kelemahan paling menonjol pada unsur judul penelitian, rumusan masalah, outline kajian pustaka, dan teknik tipografi & gramatika. Perbedaan hasil antara Penilai 1 dan penilai 2 terletak pada kriteria penilaian yang digunakan. Penilai 1 menggunakan kriteria yang ketat terstandar berdasar teori-teori dan divalidasi oleh dua pakar 100% penilaian terhadap produk, sedangkan penilai 2 kriteria penilaian mengacu ke Buku Panduan Praktikum di mana 80% penilaian dilakukan terhadap proses. Hanya 20% dilakukan terhadap produk proposal penelitian.</p>2026-07-30T12:41:12+07:00##submission.copyrightStatement##https://adpiks.or.id/ojs/index.php/emanasi/article/view/204Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Resitasi dan Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan: Analisis Motivasi Belajar Mahasiswa2026-07-30T14:22:39+07:00Anis Setiyantianissetiyanti@umj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode resitasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta peran internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Jakarta. Partisipan penelitian terdiri atas 10 mahasiswa dan 1 dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode resitasi mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Persentase kehadiran mahasiswa meningkat dari 78% menjadi 95%, partisipasi diskusi meningkat dari 42% menjadi 88%, penyelesaian tugas meningkat dari 70% menjadi 100%, kepercayaan diri berbicara Bahasa Inggris meningkat dari 35% menjadi 82%, dan minat belajar meningkat dari 50% menjadi 90%. Selain itu, internalisasi nilai-nilai AIK berkontribusi terhadap penguatan karakter mahasiswa melalui nilai tanggung jawab (100%), disiplin (90%), kerja keras (90%), dan keikhlasan (80%). Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi metode resitasi dengan nilai-nilai AIK dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris sekaligus membentuk karakter mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.</p> <p><strong> </strong></p>2026-04-01T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##