Analisis Perilaku Belajar Mahasiswa dalam menggunakan Instagram sebagai media pembelajaran
Abstract
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknologi perlu untuk dibiasakan oleh mahasiswa. Salah satu media yang biasa digunakan adalah dengan media social Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan Instagram pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Teknik pengambilan data menggunakan survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media social Instagram masih perlu untuk ditingkatkan dalam penggunaan nya dalam pembelajaran. Hasil penelitian diantaranya menunjukkan mayoritas mahasiswa (36.08%) kadang-kadang menggunakan instagram sebagai media pembelajaran. Selain itu sebesar 35.05% mahasiswa kadang-kadang mendapatkan informasi terkait perkuliahan dari Instagram. Hal ini menunjukkan bahwa Instagram masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa. Penggunaan Instagram sebagai sebuah media memerlukan literasi digital sehingga bisa menggunakan teknologi dengan baik dan bijak.
References
Anam, M. K., & Anggraini, L. (2020). Meningkatkan Literasi Perbankan Syariah dengan mengembangkan aplikasi edukasi berbasis android. JUST IT: Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi Dan Komputer, 10(2), 18–34. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/just-it/article/view/5325
Boerman, S. C., Meijers, M. H. C., & Zwart, W. (2022). The Importance of Influencer-Message Congruence When Employing Greenfluencers to Promote Pro-Environmental Behavior. Environmental Communication. https://doi.org/10.1080/17524032.2022.2115525
Jumaida, S., Mastiah, M., & Akip, M. (2022). Analisis Kesulitan Guru Kelas Rendah SDN 18 Senain Mengajar Tematik di Masa Pandemi Covid-19. Bestari: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 9–22.
Jung, J. (2015). A study on the effects of the rubric on concurrent discussion in web-based environment. Proceedings of the 12th International Conference on Cognition and Exploratory Learning in the Digital Age, CELDA 2015, Celda, 319–322.
Krisna, D. F., Handayani, P. W., & Azzahro, F. (2019). The antecedents of hashtag and geotag use in smart tourism: case study in Indonesia. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 24(12), 1141–1154. https://doi.org/10.1080/10941665.2019.1665559
Mastiah, M., Mardiana, M., & Tirsa, A. (2021). Respon Dosen PGSD STKIP Melawi Terhadap Perkuliahan Daring Menggunakan Google Classroom. Bestari: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(2), 88–97.
Noviar, D. (2016). Pengembangan Ensiklopedi Biologi Mobile Berbasis Android Dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 15(2), 198–207. https://doi.org/10.21831/cp.v15i2.8255
Palshikar, G. K., Apte, M., & Pandita, D. (2018). Weakly Supervised and Online Learning of Word Models for Classification to Detect Disaster Reporting Tweets. Information Systems Frontiers, 20(5), 949–959. https://doi.org/10.1007/s10796-018-9830-2
Rizou, O., Klonari, A., & Kavroudakis, D. (2022). Investigating the Impact and Effectiveness of an ICT-based Teaching Scenario on Secondary School Students’ Geospatial and Statistical Literacy: A Case Study from Greece. European Journal of Geography, 13(3), 50–69. https://doi.org/10.48088/ejg.o.riz.13.3.050.069
Saltan, F., & Divarci, O. F. (2017). Using blogs to improve elementary school students’ environmental literacy in science class. European Journal of Educational Research, 6(3), 347–355. https://doi.org/10.12973/eu-jer.6.3.347
Schreurs, K., Quan-Haase, A., & Martin, K. (2017). Problematizing the digital literacy paradox in the context of older adults’ ICT use: Aging, media discourse, and self-determination. Canadian Journal of Communication, 42(2), 359–377. https://doi.org/10.22230/cjc.2017v42n2a3130

