IJTIHAD IJTIHAD UMAR BIN AL-KHATTHAB DALAM WAKAF
IJTIHAD UMAR
Abstract
Dunia wakaf Indonesia terkesan terbelakang karena faham fikih yang rigid sehingga wakaf hanya diperuntukkan untuk tanah kuburan, pembangunan masjid dan sekolah. Padahal wakaf salah instrumen pemberdayaan dalam sistem ekonomi syariah. Penelitian ini ingin menjawab bagaimana ijtihad wakaf Umar bin Al-Khatthan ketika menafsirkan makna wakaf di zaman Nabi sehingga wakaf berdampak positif bagi pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan dampak positif lainnya yang sifatnya multi efek. Penelitian ini ditulis dengan metodelogi library research atau studi keperpustakaan dengan pendekatan fenemenologi agama, yaitu penelitian yang menekankan pada serangkaian kegiatan pengumpulan data pustaka yang berasal dari riwayat-riwayat dan analisa para ulama klasik dan kotemporer, lalu mengolah dan menganalisa bahan penelitian tersebut. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Ijtihad Umar bin Al-Khatthãb dalam wakaf mengacu kepada maslahat, hal ini sebagaimana metodelogi ijtihad Umar pada umumnya, Umar selalu berpegang kepada konteks, maqashid dari syariah dan maslahat yang akan dicapai dari syariah tersebut. Terkadang, Umar berani keluar dari teks wahyu, khususnya Al-Qur’an, ketika beliau melihat bahwa maqashid dari perintah dalam ayat tidak dapat dicapai jika diterjemahkan secara tekstual.
References
Abdurrohman Kasdi, Fiqih Wakaf Dari Wakaf Klasik Hingga Wakaf Produktif, (2007) Yogyakarta: Idea Press
Hadziq, M. F., Mardoni, Y., & Anam, M. K. (2021). Santri Perception to Islamic Bank: Are there no Differences with Conventional Banks?. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 17(2), 202-226.
Wawan Hermawan, Politik Hukum Wakaf Di Indonesia, (2014) Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim Vol. 12 No. 2.
Tuti A. Najib dan Ridwan Al-Makasary, Wakaf Tuhan dan Agenda Kemanusiaan, , (2006) Ciputat: Center and for the Study of Relegion and Culture.
Muhammad Rawwas Qal’ahji, Mausu’ah Fiqhi ‘Umar bin Al-Khatthãb, (1989) Beirut: Darun Nafã-is.
_, Wakaf : Pengaturan dan Tata Kelola yang Efektif, (2016) Jakarta: Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah - Bank Indonesia.
Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, (2008) Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Jamãluddín Muhammad Ibnu Manzhúr Al-Anshãrí Al-Afriqí, Lisãnul ‘Arab, (t_th) Mesir, Dãr Mishriyah Al-Ta’líf wa Al-Tarjamah.
Abu Hãmid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazãlí, Al-Mustasyfã min ‘Ilmil Ushûl, (1997) Beirut, Mu’assasah Ar-Risãlah.
As-Syaukãní, Irsyãdul Fukhúl, (1993) Maktabah Tijãriyah Musthafã Ahmad Al-Bãz, Makkah Al-Mukarramah.
Yusuf Al-Qaradhawi, Dirâsah fî Fiqh Maqâsịd al-Syarî’ah, (2007) Cairo, Dârul-Syurûq.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Ustaimin, Panduan Wakaf, Hibah, dan Wasiat Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, (2009) Jakarta, Imam Asy-Syafi’I.
Muslim Abu Hajjaj Al-Qusyairi An-Naisaburi. Mukhatasar Shahih Muslim (2007), Jakarta, Pustaka Azzam.
Tim Penyusun Fiqih Wakaf (Jakarta, Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, cetakan keempat)
Abu Zakariya Yahyã bin Syaraf An-Nawawi Asy-Syafi’i, Minhãjut Thãlibín wa ‘Umdatul Muftín, (2005) Jedddah, Dãrul Minhãj.
Didin Hafidhuddin dan Hendri Tanjdung, Manajemen Syariah dalam Praktik, (2003) Jakarta, Gema Insani Press.
Rahmat Hidayat dan H. Candra Wijaya, Ayat-Ayat Alquran Tentang Manajemen Pendidikan Islam, (2017) Medan, Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).
Ulil Albab, Analisis Kedudukan Nazir dalam Rukun Wakaf: Studi Komparatif Kompilasi Hukum Islam dengan Kitab I’ãnatuth Thãlibin, skripsi diajukan UIN Walisongo Semarang, 2018.

