Rekonstruksi Konsep Manusia Sempurna: Studi atas Konsep Maqāmat dalam Tasawuf

  • Endang Sri Rahayu Sekolah Tinggi Filsafat Islam SADRA
Keywords: modernisme, Transhumanisme, rasio, Kesempurnaan, Pensucian diri, Jiwa, Futuwwah

Abstract

Pasca terkikisnya  paradigma modernisme dan lahir beragam aliran cara pandang materialistik, tak lama kemudian muncullah Transhumanisme; cara pandang baru yang menggabungkan paham-paham modernisme. Cara pandang ini secara khusus melihat kesempurnaan manusia dari tiga prinsip dasar, yaitu: super cerdas, super umur panjang dan super bahagia. Cara pandang ini membaca bahwa ketiga prinsip itu hanya dapat dicapai dengan penggunaan teknologi yang meliputi nanoteknologi, bioteknologi, dan teknologi informasi. Pandangan ini memberikan konsep kesempurnaan manusia yang bergantung pada alat-alat elektronik. Predikat manusia sempurna juga hanya bisa dicapai oleh orang yang memiliki aspek-aspek materialitas.  Para sufi memberikan konsep kesempurnaan dengan tidak bergantung pada media-media materialistik, melainkan mengandalkan usaha pribadi dalam menjalankan pensucian diri. Dengan ini kesempurnaan manusia bersifat menyeluruh. Bagi sufi, konsep tentang kesempurnaan manusia terdapat dalam tingkatan-tingkatan keberadaan manusia secara spiritual atau lebih umum diistilahkan dengan maqamat. Penelitian ini berusaha menunjukan konsep maqamat dan mengkontekstualisasikannya pada konsep kesempurnaan manusia. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kesempurnaan berkaitan dengan keadaan jiwa manusia yang diperoleh dari jalan pensucian diri, bukan dengan bergantung pada aspek-aspek materialistik.

References

As-Sarraj, Nasr, 2009. M Abu, Al-luma, diterjemahkan oleh Wasmukam dan Samson Rahman, Surabaya: Risalah Gusti.
Bagir, Haidar, 2005M, Buku Saku Tasawuf, Jakarta: Mizan.
Bauer, Keith A, 2010. “Transhumanism and Its Critics: Five Arguments Against a Posthuman Future” dalam International Journal of Technoethics USA: Jefferson College of Health Sciences, Vol..1 No 10.
Bostrom, Nick, 2005 M, Transhumanis Values Oxford: Oxford University.
Cole-Turner, Ronald, 2011, Transhumanism and Transcendence, Washington DC: George Town University Press.
Darmawan, 2017, Teori Takwil Al-Qashani: Studi atas Konsep Jihad pada Kitab Ta’wilat al-Qashani, Sarjana, Islamic College for Advance Studies (ICAS).
Hamdi, Aiman, 2007. Qamus al-Mustalahah al-Shufiyyah, t.tp: Kitab ‘Arabiyyah.
Heelas, Paul, 2008 M, Spiritualities of Life Oxford: Blackwell Publishing.
Al-Jaili, Abdul Karim. 2016. al-Insan al-Kamil, Lebanon: Dar al-Kutub al-Islami.
Mihmidaty, 2014. “Signifikansi Maqamat dan Amalan pada Tasawuf” dalam Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 2 No 1.
Muthahhari, Mustadha, 2013. Manusia Sempurna, Yogyakarta: Rausyan Fikr.
……………………….., 2014. Tujuan Penciptaan Manusia, Jakarta: Rumah Ilmu.
Nasr, Seyyed Hossein, 2010 M, In Search of The Sacred, Colorado: Preager.
Nick, Bostrom, 2005. “A History of Transhumanist Thought,” dalam Journal of Evolution and Technology, New York-England: Academic Writtig Across the Disciplines, Vol..14 No1.
Al-Qashim, Abdurra’uf. 1986. al-Kasyf an-Haqaiq as-Shufiyyah, Beirut: Dar As-Sahabah.
Razaq, Abdul Razaq, 1421. Fi Kasyfi Haqiqah al-Juz’i al-Manqhud, Riyadh: Dar al-Muhaddits.
Vikoulov, Alex, 2016. Three Pillar of Transhumanism: Superlongevity, Superintelligence, Super Wellbeing, http//www.ecstadelic.net.
Yoana, 2015. “Maqamat Tasawuf dan Kesehatan Mental”, dalam jurnal Religia, Vol. 18 No. 2.
Published
2018-10-01