Upaya Gerakan Islam Cinta (GIC) dalam Mewujudkan Toleransi Beragama di Indonesia Mewujudkan Toleransi Beragama
Abstract
Tulisan ini berjudul, “Upaya Gerakan Islam Cinta dalam Mewujudkan Toleransi Beragama di Indonesia”. Pengambilan tema ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus intoleransi beragama di Indonesia. Padahal, seharusnya agama adalah sebagai sumber yang menenangkan dan mendamaikan bukannya sebagai sumber perkelahian antar sesama manusia. Di sini, dengan latarbelakang peneliti yang beragama islam, peneliti ingin mengungkapkan dari sudut pandang Islam, bahwa sesungguhnya agama adalah sumber toleransi, dan perintah toleransi telah gencar diserukan dalam kitab pedomannya. Tujuan penelitian ini bertujuan mencari dan menelisik bagaimana konsep toleransi menurut GIC dan bagaimana GIC mengaktualisasikan konsep tersebut, yakni dengan menelisik apa saja upaya yang dilakukan GIC dalam mewujudkan toleransi beragama di Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif anaitik, yang teknik pengambilan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Melalui metode tersebut, hadir anaisis data di mana data dipilah, kemudian dianaisis secara mendalam dari pemilahan data yang ada, pengambilan kesimpulan dan kebenaran laporan yang didapatkan. Melalui analisis yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan bahwa upaya GIC dalam mewujudkan toleransi di Indonesia diwujudkan dengan penerapan beberapa nilai yang kemudian diaktualisakan dengan kegiatan yang variatif jenisnya, dan upaya tersebut juga direspon baik oleh para partisipan yang mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.
Kata Kunci : Islam Cinta, Toleransi Beragama, Keberagaman.
References
Franz Magnis-Suseno, Bunga Rampai Etika Politik Aktual: Kebangsaan, Demokrasi, Pluralisme, (Jakarta: Kompas 2015)
Ahsanul Khalikin dan Fathuri (ed), Toleransi Beragama di Daerah Rawan Konflik, (Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan, 2016)
Wahid Institute, Laporan Tahunan Kemerdekaan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia, (Jakarta: Wahid Institute, 2015)
Setara Institute, Supremasi Intoleransi: Kondisi kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Minoritas Keagamaan di Indonesia 2016, (Jakarta: Setara Institute, 2016)
Zuhairi Misrawi, Al-Quran Kitab Toleransi, (Jakarta: Fitrah, 2007)
Zuhairi Misrawi, Pandangan Islam Moderat: Toleransi, Terorisme, dan Oase Perdamaian, (Jakarta: Kompas, 2011)
Irwan Masqudi, Berislam Secara Toleran, (Bandung: 2011, Mizan)
Haidar Bagir, Islam Tuhan Islam Manusia, (Bandung: Mizan, 2017)
Haidar Bagir, Risalah Cinta dan Kebahagiaan, (Bandung: Mizan, 2012)
Nurul H. Maarif, Islam Mengasihi Bukan Membenci, (Bandung: Mizan, 2017)
Komnas HAM, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, diakses dari https://www.komnasham.go.id, pada tanggal 5 September 2017
Mahkamah Konstitusi, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diakses dari http://www.mahkamahkonstitusi.go.id, pada tanggal 5 September 2017
Gerakan Islam Cinta, Festival Islam Cinta, diakses dari http://islamcinta.co, pada tanggal 5 September 2017 Pukul 22.02 WIB
Gerakan Islam Cinta, Tausiyah Islam Cinta, diakses dari http://islamcinta.co, pada tanggal 5 September 2017 Pukul 22.15 WIB
Gerakan Islam Cinta, Buku Islam Cinta, diakses dari http://islamcinta.co, pada tanggal 5 September 2017 Pukul 22.18 WIB
Gerakan Islam Cinta, Film Islam Cinta, diakses dari http://islamcinta.co, pada tanggal 5 September 2017 Pukul 22.25 WIB
Nasaruddin Umar, Risalah Islam Cinta: Berdamailah dengan Ajaran Agama, diakses dari http://islamcinta.co, pada tanggal 5 September 2017 Pukul 22.50 WIB
Wawancara pribadi dengan Candra Malik selaku deklarator dan tokoh Islam Cinta, pada hari Sabtu, 2 September 2017 Pukul 18.30 di Area Millenia Bookstore
Wawancara pribadi dengan Eddy Najmuddin Aqdhiwijaya
Catatan peneliti tatkala mengikuti acara “Bincang Bareng Candra Malik”, Sabtu 2 September 2017.
Wawancara pribadi dengan Moch. Andi via WhatsApp, pada tanggal 4 September 2017
Wawancara pribadi dengan Milkhatun Fadhilah via WhatsApp, pada tanggal 3 September 2017
Wawancara pribadi dengan Laras via WhatsApp, pada tanggal 4 September 2017

