Hermeneutika Eksistensial Transendental Mullâ Shadrâ: Mencari Akar Fundamental Moderasi Beragama

  • Abdul Muid Nawawi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta DPK Prodi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta
  • Mulyani Mulyani Institut PTIQ Jakarta

Abstract

Banyak tragedi kemanusiaan yang muncul akibat ektsrimisme beragama. Tulisan ini berupaya menjelaskan dan memberikan argumen bahwa akar dari persoalan ekstrimisme agama terletak pada kegagalan dalam mengenal esensi agama dan kesataraannya dengan kemanusiaan itu sendiri. Dalam konteks Islam, melalui hermeneutika Mulla Shadra tulisan ini berupaya menjelaskan bahwa Al-Qur’an, manusia dan alam merupakan tiga aspek dari realitas eksistensi yang tunggal. Pengenalan ini membawa ketiganya pada puncak dimensi sakral dan perenialnya sehingga dapat mengantisipasi ekstrimisme keagamaan dari sisi genealogi kesadarannya. Pendekatan hermeneutika filosofis menjadi jalan kontemplasi penalaran tulisan ini yang merupakan perpaduan antara metodologi Henry Corbin dan Mulla Shadra.

References

Said Agil Husin Al-Munawar, Al-Qur'an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki, Jakarta: Ciputat Press, 2013, hal. 71.
Navid Kermani , “Nasr Hamid Abu Zayd and The Literary Study of The Qur`an”, dalam Suha Taji Farouki (ed), Modern Muslim Intelectuals and The Qur’an, London: Oxford University Press, 2004, hal. 173
Fransiskus Budhi Hardiman, Seni Memahami: Hermeneutika dari Schleiermacher Sampai Derrida, Sleman: Kanisius, 2015, h. 11
Marc Felenz, “Platonic Epistemology and the Nature of Philosophical Activity: A Comparison with Indian Philosophy”, dalam. http://www.santosha.com/moksha/plato1.html, diakses pada. 10 April 2017.
Richard E. Palmer, Hermeneutics: Interpretation Theory in Scheiermacher, Dilthey, Heidegger and Gadamer, Evanston: Northwestern University Press, 1988, Cet. 8, hal.163.
Lawrence K. Schmidt, Understanding Hermeneutics, Trowbridge: Cromwell Press, 2006, Cet. 1, hal. 98-99.
Massimo Campanini, “Qur’an and Science: Hermeneutical Approach”, dalam Journal of Qur’anic Studies, Vol. 7, No. 1, Tahun. 2005, hal. 48.

Seyyed Hossein Nasr, Islamic Philosophy from it's Origin to The Present: Philosophy in The Land of Prophecy, New York: State University of New York Press, 2006, hal. 224.

Mulla Shadra, On The Hermeneutics of The Light Verse of The Qur’an (Tafsir Ayat al-Nur), terj. Latimah Parvin Peerwani, London ICAS-Press, 2004, cet.1, hal. 16

Akhyar Yusuf Lubis, Filsafat Ilmu dan Metodologi Posmodernis, Bogor: Akademia, 2004, hal. 121-127.

A Josep Dorairaj, “Paul Ricoeur`s Hermeneutics of The Text”, dalam Indian Philosophical Quarterly, Volume. XXVI, No. 4, Tahun. 2000, hal. 406.

Charles J. Adams, “The Hermeneutics of Henry Corbin”, dalam Ricard C. Martin (ed), Aproaches to Islam In Religious Studies, USA: The University of Arizona Press, 1985, hal. 130.
Kamâl al-Haidarî, Ta’wîl al-Qur’ân; al-Nazhriyyah wa al-Mu’thayât, Iran: Dâr Farâqad, 2005 M/1476 H, hal. 177.
Mulla Shadra, on The Hermeneutics of The Light Verse of The Qur’an, terj. Latimah Parvin Peerwani, London: ICAS-Press, 2004, cet. 1, hal. 13

F. Budi Hardiman, Seni Memahami: Hermeneutika dari Schleiermacher Sampai Derrida, Sleman: Kanisius, 2015, hal. 136.

Henry Corbin, Avicenna and The Visionary Recital, terj. Willard R. Trask, New York: Pantheon Books Inc., 1960, hal. 15.

Henry Corbin, History of lslamic Philosophy, terj. Liadain Sherrard dkk, London: Kegan Paul International dan Islamic Publications for The Institute of Ismaili Studies, Tth, hal. xv.

Ali Asgariyazdi, “Characteristics of Islamic Philosophy”, dalam Existenz. Vol. 7, No. 1
Published
2022-10-01