Metode Tanya Jawab Nabi Mūsa Dan Nabi Khidir Serta Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam (Telaah Surat Al-Kahfi Ayat 60 – 82)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa metode tanya jawab Nabi Mūsa dan Nabi Khidir dalam surat Al-Kahfi ayat 60-82 dan untuk menganalisa relevansi metode tanya jawab antara keduanya dalam surat tersebut terhadap Pendidikan Islam.
Tesis ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Moh. Sya’roni Hasan dan (2019). Persamaannya adalah pada surat Al Kahfi dan pada ayat yang sama tentang adab murid kepada guru dalam pendidikan tasawuf. Sedangkan perbedaannya, terletak pada objek penelitian dimana penelitian terdahulu meneliti tentang adab murid kepada guru dalam pendidikan tasawuf, sementara penulis meneliti tentang metode tanya jawab Nabi Mūsa dan Nabi Khidir serta relevansinya terhadap Pendidikan Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisa metode tanya jawab Nabi Mūsa dan Nabi Khidir. Adapun sumber penelitian berupa sumber data primer yang terdiri atau yang didapat dari tafsir-tafsir klasik dan juga tafsir-tafsir kontemporer, Sementara itu data sekunder berupa buku, jurnal, tesis, undang – undang, data dan artikel yang diperoleh dari internet, yang memiliki atau berkaitan dengan judul yang penulis teliti.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Metode tanya jawab Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam surat Al-Kahfi ayat 60-82 adalah Tanya jawab interaktif dan kritis dan dengan menggunakan bahasa yang paling sopan dan lemah lembut. Nabi Khidir sebagai guru tidak menjawab langsung terhadap pertanyaan Nabi Musa, karena sesuai kontrak belajar pada awalnya, dan 2. Relevansi metode Tanya jawab antara keduanya dalam surat tersebut terhadap pendidikan Islam sekarang adalah ada relevansinya, yaitu terbukanya ruang untuk tanya jawab dalam proses pembelajaran, dengan demikian pendidikan doktrin dengan sendirinya dapat diminimalisir dan seorang murid boleh bertanya secara kritis kepada gurunya, namun dengan syarat-syarat dan adab-adab yang sudah ditentukan oleh agama, yaitu berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah dan penjelasan ulama.
References
Al Buthi, Muhammad Sa’id Ramadhan, Alla Madzhabiyyah Akhthoru Bida’atin Tuhaddidu Asyyariah al Islamiyyah , Damaskus: Dar alfarobi, 2005.
Al Ukkam, Muhammad Faruq, Tarikh Tasyri’, Universitas Damaskus.
Al- Zamzami, Mutaqin,” etika menuntut ilmu dalam QS. Al -Kahfi ayat 60-82 reinterpretasi kisah Nabi Mūsa dalam upaya menghadapi dekadensi moral pelajar”, jurnal el tarbawi, vol. 11 No. 1. tahun 2018
Aminah, konsep ilmu laduni dalam kisah Nabi Mūsa dan Nabi Khidir, jurnal alfath, vol. 14 No.2, Desember 2020
Azzarqani, Muhammad Abdul Azim , Manahilul Irfan fi Ulumil Qur’an , Beirut: Darul fikr
Annuhas, Abi Ja’far, tafsir Ma’anil Qur’an, Mesir: Darul hadits , 2004.
Al Baghdadi, Abu fadhl Syihabuddin Assayyid Alusi , Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Qur’anil ‘adzim wa Sab’ul Ma’ani, Kairo: Darul Hadits.
Baka, Waffa Ruhul, “Etika Murid Kepada Guru dalam surah alkahfi ayat 65-70 dan implementasinya pada Pendidikan modern”, jurnal raushan fikr, vol 9 No 1 Januari-Juni 2020.
Prasetia, Senata Adi dan Fahmi, Muhammad “Kompetensi kepribadian guru perspektif tafsir al-sha’rawi dalam QS. Al kahfi ayat 60-82” , jurnal tasyri’, vol 27 No. 1 april 2020
Nandya, Anisa “Etika Murid terhadap guru ( analis kitab ta’lim muta’allim karangan Syaikh Az-Zarnuji”, jurnal Mudarrisa, vol 2 No. 1 Juni 2010.
Fauzi, Nasrul, Chudzaifah, Ibnu, “ konsep pendidik dalam kisah Nabi Mūsa as dan nabi khidir as ( telaah QS al kahfi ayat 65-82 dalam tafsir al mishbah), jurnal al fikr, Vol. 3 No. 1 juni 2017.
M. Shabahur Rizqi,” Servant Leaders: Umar bin Khattab”, buletin Al- Turas, vol. 22 No. 1 januari 2016.
Rohidin, “ mu’tazilah, sejarah dan perkembangannya”. jurnal el-afkar, vol. 7, no. 2 , juli-desember 2018.
Sodikin, Ahmad, “kontribusi pondok pesantren haji ya’qub lirboyo kediri dalam mengembangkan Pendidikan politik di Indonesia, dalam jurnal dirasah, vol. 1, nmr 2, agustus 2018.
Wahbah Zuhaily, Tafsir Al Munir, (Darul fikr- Damaskus), 2005.
Moh. Sya’roni Hasan ,” tafsir surat Al Kahfi ayat 66-78 tentang adab murid kepada guru dalam pendidikan tasawuf”,dalam jurnal Qolamuna, vol.5 , no. 1 juli 2019
Adi Prasetia dan Muhammad Fahmi ,” Kompetensi Kepribadian Guru Perspektif Tafsir Al-Sya’rawi Dalam QS. Al Kahfi 60-82”, dalam jurnal Tasyri’, no. 1, vol 27, April 2020

