Peran Budaya Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Al-Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu

  • Fitriani . STAI Al-Amin Dompu
Keywords: Budaya Pesantren, Karakter santri

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peran budaya pondok pesantren dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren  Al-Kautsar desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter santri dipondok pesantren Al-Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Pengurus, kepala madrasah, ustadzah/ustadz dan beberapa santri pondok pesantren Al-Kautsar. Dalam mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan cara menyajikan data, reduksi data, dan menarik kesimpulan yang akan menjadi hasil dari penelitian, dan untuk pengujian keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Peran yang dilakukan pondok pesantren Al-Kautsar dalam membentuk karakter santri adalah adanya rasa ikhlas yang mendalam yang dimiliki ustadzah/ustadz dalam memberikan materi pelajaran, penempatan tenaga pengajar bergantung pada kompetensi yang dimiliki, serta dengan adanya kerjasama yang baik antara pendidik dan pengurus dalam setiap kegiatan. Selain itu, ustadzah/ustadz yang dipilih diberikan tanggungjawab untuk memberikan materi yang focus dalam masalah akhlak dengan penyampainnya menggunakan metode ceramah, penanaman akidah Islamiyah, menerapkan dan mengamalkan ibadah dengan baik, memberikan bimbingan secara terus menerus terhadap santri, memberikan suri tauladan yang baik, memberikan penerapan bimbingan, nasihat, arahan terhadap santri memberikan hukuman (iqob) bagi santri yang melanggar peraturan pondok pesantren Al-Kautsar. Faktor yang mendukung dalam penerapan santri yaitu adanya dukungan dari masyarakat sekitar pondok pesantren Al-Kautsar, adanya ustadzah/ustadz yang berpengalaman, adanya kemauan yang kuat dari santri untuk mempelajari ilmu agama, adanya nilai nilai kebersamaan antara kiyai, pengurus, dan santri, dan jumlah pengajar atau pembimbing yang cukup akan bisa menggantikan keberadaan orang tua selama di pondok pesantren karena mereka berperan sebagai model dan sebagai terapis. Sedangkan faktor penghambat dalam membentuk karakter santri adalah pola perilaku santri yang terkadang sulit untuk diatur, kurang terjalinya ukhwah Islamiyah.

References

Bahri, Ghazali, 2003, Pesantren Berwawasan Lingkungan, CV. Prasasti, Jakarta
Burhanud, Tamyiz, 2001, Akhlak Pesantren: Solusi bagi Kerusakan Akhlak, Ittiqa Press, Yogyakarta
Dhofier, Zamakhasyari, 1994, Tradisi Pesantren, Jakarta
Djamaludin, Aly Abdullah, 2003, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Rineka Cipta, Jakarta
Fadhal, A.R, dan Syatibi, 2006, Pergeseran Literatur Pondok Pesantren Indonesia, Departemen Keagamaan RI, Jakarta
Ghazali, Bahri, 2003, Pesantren Berwawasan Lingkungan, CV. Prasasti, Jakarta
Galbu, Sindu, 1995, Pesantren sebagai Wadah Komunikasi, Rineka Cipta, Jakarta
Hadziq, M. F., Mardoni, Y., & Anam, M. K. (2021). Santri Perception to Islamic Bank: Are there no Differences with Conventional Banks?. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 17(2).
J, Moleong, Lexy, 2014, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Remaja Pusda karya, Bandung
Kemendikbud, 2016, “Infografis Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)”, Kementerian dan Kebudayaan, www.kemendikbud, go.id.
Muhdar, Zuhdi, 1989, KH Ali Mas’shum Perjuangan dan Pemikirannya, Tnp, Yogyakarta
Mulkan, Abdul, Munir, 2003, Menggagas Pesantren Masa Depan, Qirtas, Jakarta
Nawawi, Hadari, 1993, Metodelogi Penelitian Masyarakat, UGM Press, Yogyakarta
Qomar, Mujamil, 2005, Pesantren dari Transformasi Metodelogi Munuju Demokrasi Institusi, Erlangga, Jakarta
Suwarni, Indah, 2019, Peran Guru Dalam Meningkatkan Hafalan Alqur'an Pada Murid Kelas Juz 1-28 Dengan Menggunakan Metode Takrir Di Darul Qur'an Indonesia, Emanasi: Jurnal Ilmu Keislaman dan Sosial, 1 (2)
Published
2021-10-01