Pendidikan Life Skill Santri Di Yayasan Yatim Piatu/Pondok Pesantren Al Mukhlisin Ciseeng Bogor
Abstract
Diasumsikan bahwa tidak semua lulusan Pesantren berkeinginan menjadi ulama atau kiai dan tidak memilih bekerja di bidang agama. Oleh karena itu keterampilan lain seperti keterampilan akademik dan kemampuan yang merupakan bagian dari kecakapan hidup, harus diberikan kepada santri sebelum kembali hidup ditengah-tengah masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pendidikan life skill di Yayasan Yatim Piatu/Pondok Pesantren Al Mukhlisin Ciseeng Bogor. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan data yang diperoleh setelah melakukan penelitian dan menganalisis semua data yang diperoleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa; Implementasi komponen pembinaan kecakapan hidup sudah ada di Pondok Pesantren Al Mukhlisin yang dilaksanakan di bagian tersendiri yaitu tidak diselenggarakan dalam satuan kurikuler setingkat pendidikan di pesantren. Pelatihan kecakapan hidup diterapkan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dimana tidak semua santri diwajibkan untuk mengikuti. Bagaimanapun, partisipasi tergantung pada kesadaran pribadi santri, yang disesuaikan dengan bakat dan minat santri.
References
Ali Machsan Moesa, Nasionalisme Kyai: Konstruksi Sosial Berbasis Agama, (LKiS, Yogyakarta, 2007).
Azzumardi Azra, Konteks Berteologi di Indonesia, Pengalaman Islam, (Paramadina, Jakarta, 1999).
Endang Turmudi, Pendidikan Islam Setelah Seabad Kebangkitan Nasional dalam Jurnal Masyarakat Indonesia Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia, Jilid XXXIV No. 2 (2008).
Fauzan, Peran Pesantren dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter. AlFurqoniah: Vol. 1 No. 1 Agustus 2015.
Husni Rahim, Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia , (Logos, Jakarta, 2001).
Imam Syafe’i, Pondok Pesantren: Lembaga Pembentukan Karakter, Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, Mei 2017.
Kontowijoyo, Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi, (Mizan, Bandung, 1996).
M. Sulthon dan Moh. Khusnuridlo, Manajemen Pondok Pesantren dalam Perspektif Global,(Laksbang, Yogyakarta, 2006).
Muhaimin, “Pesantren dalam Bingkai Mutu Pendidikan Global: Meretas Mutu Pendidikan Pesantren Masa Depan (Suatu Kata Pengantar)”, dalam Umiarso dan Nur Zazin, Pesantren di Tengah Arus Mutu Pendidikan, Menjawab Problematika Kontemporer Manajemen Mutu Pesantren (Semarang: Rasail Media Group, 2011).
Muhaimin, et.al., Manajemen Pendidikan, Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah, (Kencana, Jakarta, 2009).
Slamet PH., Pendidikan Kecapakan Hidup, Konsep Dasar (Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, No.037, th. Ke-8, Juli 2002).
Soleh Hayat dkk, Peranan Ulama Dalam Perjuangan Kemerdekaan, (Surabaya: PW. NU. Jatim, 1995).
Suwendi, Sejarah dan Pemikiran Pendidikan Islam, (Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2004).
Team BBE, Pola Pelaksanaan Pendidikan kecakapan Hidup Melalui Pendidikan Berbasis Luas, (Surabaya : Swa Bina Qualita Indonesia, 2002).

