Literasi Keagamaan Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui literasi keagamaan mahasiswa Tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencari sumber-sumber keagamaan untuk menambah wawasan keagamaan dan persiapan sebagai guru profesional di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Literasi keagamaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemahaman keagamaan, sumber- sumber keagamaan dan jejeraing sumber keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan model sequential explanatory, dalam pendekatan ini pengumpulan data dan analisis data mendahulukan penelitian kuantitatif pada tahap pertama, dan setelah pengumpulan, dilanjutkan analisis data kualitatif pada tahap ke dua, untuk memperkuat hasil penelitian kuantitatif pada tahap awal. (Cresswell, 2009: 299). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berasal dari mahasiswa PAI smt 6, dengan tujuan untuk mengetahui Literasi Keagamaan mereka setelah menerima berbagai pengetahuan dalam mata kuliah yang diperoleh. Penelitian ini pada tahap awal akan mengumpulkan data dengan menggunakan angket, kemudian dianalisa untuk diklasifikasikan terlebih dahulu, yang selanjutnya akan di lakukan tahap kualitatif dengan cara wawancara secara mendalam dan analisis dokumen. Validitas yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah Confirmatory Faktor Analysis (CFA). Sedangkan keabsahan data dalam penelitian kualitatif menggunakan uji kredibilitas, transferability, dependability dan confirmability ( Ghony, 2012: 330-333). Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif-eksploratif. Data dokumen ataupun angket dianalisis kandungannya, untuk mengambil kesimpulan secara reflektif. Penelitian ini menunjukkan pemahaman, sumber- sumber informasi dan jejaring literasi keagamaan yang dijadikan sumber- sumber pengetahuan keagamaan mahasiswa prodi PAI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan 1) Pemahaman mahasiswa dalam wawasan keagamaan sangat tinggi. 2)mencari sumber keagamaan dari buku dalam mencari sumber informasi keagamaan tidak terlalu digandrungi oleh para mahasiswa, mahasiswa cenderung mencari informasi keagamaan yang menjadi pilihan mereka melalui media internet dan media sosial yang mereka miliki, diantaranya dengan instagram, youtube, facebook dan line. 3) literasi keagamaan yang dipilih oleh mahasiswa dalam mencari wawasan keagamaan melalui para ustadz yang aktif dalam dunia online, karena mereka menganggap dengan mendengar ceramah melalui online itu praktis, mudah didapat, dan mudah pula dalam memahami isi dari ceramah tersebut.
References
Rozak. Abd. Kebijakan dalam Literasi Keagamaan. diunduh pada tanggal 1 mei 2019 dari https://www.uinjkt.ac.id/id/perlunya-literasi-baru-menghadapi-era-revolusi-industri-4-0/.
Baedowi, Ahmad. 2012. Calak Edu 1: Esai-Esai Pendidikan 2008-2012. Jakarta: Alvabet.
Al-Syami, Abdul Raqib Sholeh. 2018. Fiqh al-Din wa al-Tadayyun. Beirut: Dar al-Kutub al-I’lmiyah.
Alvara Research Center, 2017. Radicalism Rising Among Educated People? Jakarta: Alvara Research Center
Anwar, M Syafii. 1995. Pemikiran Islam dan Aksi Islam Indonesia. Jakarta: Paramadina.
Iswanto, Agus, dkk. 2017. Tingkat Literasi Al-Quran Siswa SMP di Jawa Timur dan D.I Yogyakarta. Semarang: Balai Litbang Agama Semarang.
Jahroni, Jajang dan Irfan Abubakar. 2019. Masjid di Era Milenial: Arah Baru Literasi Keagamaan. Jakarta: Center for the Study of Religion and Culture (CSRC).
Kirsch, Irwin S, dan Ann Jungeblut. 1993. Literacy: Profile of America’s Young Adult. Princeton: Educational Testing Service.
Putri. Savira Anchatya. 2010. Peningkatan Minat Baca dan Budaya Baca Masyarakat: Upaya Forum Indonesia Membaca dalam Bersinergi Menuju Masyarakat Melek Informasi. Skripsi pada Fakultas Ilmu Penngetahuan Budaya Program Studi Perpustakaan. Universitas Indonesia.
Saefullah, Asep. 2008. “Peta Lektur Keagamaan pada Kelompok Keagamaan di IPB: Benang Merah Gerakan Islam Asasi.” Jurnal Lektur Keagamaan, Vol. 6 No. 1.
Wijetunge, P dan Uditha Alahakoon. 2005. Empowering 8: the Information Literacy Model Developed in SriLanka to Underpin Changing Education Paradigms of Sri Lanka. Akses:http://www.cmb.ac.lk/academic/institute/nilis/reports/informationliteracy.pdf,h.33
Moderasi Agama, diunduh pada tanggal 1 mei 2019 dari (http:www.uinjkt.ac.id/forum-rektor-ptkin-bahas soal-moderasi-beragama).
FITK , diunduh pada tanggal 10 mei 2019 dari https://fitk.uinjkt.ac.id/tentang-fakultas/
Literasi, diunduh pada tanggal 1 mei 2019 dari ( http://www.uinjkt.ac.id/id/perlunya-literasi-baru-menghadapi-era-revolusi-industri.4.0).
Profil UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diunduh pada 7 mei 2019 dari http://pai.fitk.uinjkt.ac.id/profil/
Kemahasiswaan, diunduh pada tanggal 1 mei 2019 dari www.uinjkt.ac.id/id/mahasiswa-baru-pai-2016-akan-diasramakan/
Cresswell. John W. 2016. Research Design ( pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran).Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ghony. M. Djunaidi Ghony dan Fauzan Al Manshur. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Fraenkel, Jack R. And Norman E. Wallen. 1993. How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill Inc.
Kalimba, Edmond et.al., “Effect of Credit Management System on Financial Performance of Development Bank in Rwanda: Case Study of Development Bank of Rwanda”, The International Journal of Business & Management, Vol.4, Issue 4, 2016, hlm.523.
Muljono, D. dan P. (2004). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Intramedia.
Muljono, D. dan P. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Tashakkori,A.,&Teddlie,C. 2010. SAGE handbook of mixed methods in social and behavioral research (edisi ke-2). Thousand Oaks.CA: Sage.
Barlett, James E. Dan Chadwick C.Higgins.2001. “Organizational Research: Determining Appropriate Sample size in Survey Research”, Information Technology, Learning, and Performance Journal. Vol.19. no.1: 43-50.
Sudjana. 1989. Metoda Statistika. Cet. Ke-5. Bandung: Tarsito.
Yahya Umar. 2012. Peran Pengukuran dalam penelitian Psikologi. JP3I, II(2).
Yahya Umar. 2014. Confirmatory factor analysis. Jakarta: Fakultas Psikologi UIN Jakarta.
Wibowo. A.M. 2014. Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa Melalui Mata Pelajaran PAI pada SMA Eks RSBI di Pekalongan. Artikel pada Jurnal Analisa: Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan, Vol. 1 No.02 Desember, Balai Litbang Agama Semarang.
Yulianti, Retno. 2013. Literasi Informasi Pemustaka di Perpustakaan STMIK AKOM Yogyakarta berdasarkan Model The Seven Pillars. Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga. http://digilib.uinsuka.ac.id/9011/1/BAB%2C%20V%2C%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf.Diakses Senin, 15 Mei 2019 Pukul 09.30.

