KARAKTERISTIK BAHASA KOMUNIKASI DAKWAH RASULULLAH SAW: ANALISIS TEMATIK HADITS SHAHIH BUKHARI
Abstract
Dakwah dalam Islam merupakan suatu proses komunikasi yang melibatkan interaksi kompleks antara pesan, metode, bahasa, komunikator, serta dinamika penerimaan audiens. Efektivitas dakwah tidak semata-mata ditentukan oleh validitas normatif substansi ajaran yang disampaikan, tetapi juga oleh strategi komunikasi yang digunakan dalam proses penyampaian pesan. Dalam sejarah Islam, Muhammad SAW merepresentasikan figur komunikator yang menunjukkan model komunikasi dakwah yang efektif, humanis, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dan karakteristik bahasa komunikasi Rasulullah SAW dalam praktik dakwah melalui kajian tematik terhadap hadits-hadits dalam Shahih Bukhari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) serta analisis tematik (maudhu’i), dengan data berupa hadits-hadits yang merepresentasikan praktik komunikasi Rasulullah SAW, khususnya dalam konteks komunikasi interpersonal, pendidikan, nasihat, resolusi konflik, dan interaksi sosial. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi pola komunikasi, strategi persuasif, serta dimensi psikologis dan sosial bahasa dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah Rasulullah SAW ditandai oleh pendekatan persuasif, dialogis, edukatif, dan komunikasi nonverbal berbasis keteladanan, sementara bahasa komunikasi beliau memperlihatkan karakteristik kelembutan, kejelasan pesan, empati komunikatif, serta sensitivitas kontekstual. Model komunikasi tersebut berkontribusi dalam membangun kedekatan emosional, meningkatkan efektivitas penyampaian pesan, serta mendorong transformasi sosial yang bersifat gradual dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik komunikasi Rasulullah SAW tidak hanya memiliki signifikansi teologis-historis, tetapi juga relevansi konseptual dan praktis dalam pengembangan komunikasi Islam kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan keluarga, relasi sosial, serta dinamika komunikasi modern.
References
Brown, J. A. C. (2009). Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Islamic Studies Review, 48(3), 211–225.
Fakhruroji, M. (2017). Dakwah dan Transformasi Sosial dalam Perspektif Komunikasi. Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 2(1), 1–15.
Hamid, A. (2021). Digital Da’wah and Communication Ethics in Contemporary Muslim Society. Journal of Islamic Communication, 5(1), 33–49.
Ismail, A., & Hartono, R. (2019). Prophetic Communication Model in Islamic Teaching. Qudus International Journal of Islamic Studies, 7(2), 233–252.
Kaye, D. (2016). Prophetic Rhetoric and Ethical Communication. Islamic Quarterly, 60(4), 389–405.
Rahman, F. (2020). Language, Persuasion, and Religious Communication. Journal of Religion and Communication, 12(3), 201–218.
Saeed, A. (2018). Hadith and Social Interpretation in Modern Context. Journal of Islamic Studies, 29(2), 145–167.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using Thematic Analysis in Psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Rahman, F. (2020). Language and Religious Communication in Islamic Perspective. Journal of Islamic Communication Studies, 8(1), 55–70.
Saeed, A. (2018). Hadith and Social Interpretation in Modern Context. Journal of Islamic Studies, 29(2), 145–167.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

