Mendidik Dengan Hati Dan Ketauladanan Merupakan Wujud Pembentukan Karakter

  • Meity H. idris STIT INSIDA
Keywords: mendidik, hati, tauladan

Abstract

Di era digital dan globalisasi ini banyak sekali para guru kewalahan menghadapi perilaku buruk peserta didiknya. Kondisi ini terkadang berdampak pada terjadinya pembiaran-pembiaran terhadap perilaku peserta didiknya. Akan tetapi bagi guru yang memiliki jiwa pendidik, berhati nurani dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keberhasilan peserta didiknya, mereka tidak akan menyerah. Berbagai rintangan, hambatan dan tantangan yang dihadapi justru dijadikan peluang untuk menuju keberhasilan dan kemerdekaan bagi peserta didiknya. Jalan yang mereka tempuh adalah mendidik dengan hati. Hal ini dilakukan adalah dalam rangka mewujudkan generasi yang baik, bermoral dan berkarakter. Memang banyak tips dan cara untuk mendidik anak, ada yang dengan metode A ada juga yang menyarankan dengan metode B. Namun, dari setiap metode-metode yang ada, keteladanan adalah metode yang jitu dalam pendidikan anak-anak di keluarga dan di sekolah. Tulisan ini akan membahas fakta tentang, pentingnya keteladanan dalam pendidikan di rumah maupun di sekolah, dan bagaimana orang tua dan para guru agar mampu menjadi tauladan yang baik untuk anak-anak.

References

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional & Spiritual (ESQ). Jakarta: PT Arga Tilanta

Alpiyanto. 2013. Hypno Heart Teaching (Rahasia Mudah Mendidik Dengan Hati). Bekasi: PT Tujuh Samudra Al-Fath

Idris, Meity H. 2012, Pola Asuh Anak, Melejitkan Potensi & Prestasi Sejak Usia Dini, Jakarta: PT. Luxima Metro Media

Jurnal “El-Harakah” Vol V, Universitas Islam Negeri Malang

Ronnie M, Dani. 2005. Seni Mengajar Dengan Hati, Jakarta: PT Elex Media Komputindo

http://guruipskudu.wordpress.com/artikel-pendidikan/mengajar-dengan-hati/
http://id.wikipedia.org/wiki/Tarbiyah
Published
2019-04-01